Istimewa

Selamat Datang Ramadan

Hmmm……Lezat Nikmat Allah SWT berupa kemenangan Berbuka Puasa.

Selamat berbuka…


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1440 H

Cerita:

Jam 4 weker ayam berdering. Ibu sudah siap memasak dan menghidangkan makanan sahur di meja. Makan dan minum sangat nikmat. Selesai itu, ke Masjid Shalat Subuh selepas suara bedug dan azan yang merdu.

Pagi, siang dan menjelang sore kegiatan berlalu. Capek, haus, lapar dan harapan-harapan pun dilalui dengan ikhlas dan sabar.

Jam 4 sore sudah Shalat Ashar, pakai baju rapi, siap ngabuburit cari Ta’jil yang cocok buat buka puasa.

Dalam perjalanan ada yang berbagi Ta’jil. Sering dan banyak. Misalnya di bandara, stasiun dan lampu merah.

Selamat Datang Ramadhan
Ta’jil Angkasa Pura

Berburu Ta’jil pun dimulai. Waw…aneka minuman dan makanan ada. Bingung milihnya. Tapi yang pasti yang segar-segar dan aroma harum, gurih yang dicari.¬†

Ujung-ujungnya yaa makanan seperti gambar dibawah ini yang sering saya beli saat di kampung dulu.

Tapi saya berbuka belakangan ini minum kopi ūüėÄ

Profil
Berbuka minum kopi

Hmmm…Lezaaat…Lezatnya Nikmat Allah SWT berupa kemenangan Berbuka Puasa.

Selamat Puasa Ramadan dan Selamat Berbuka…

Istimewa

Kuliner Minangkabau


Kuliner tak salah bila dibilang makanan dan minuman yang terkenal berupa apa saja. Makanan sebagai lauk-pauk, lalapan, sayur, buah, bumbu dan pokok seperti nasi. Lalu pencuci mulut atau cemilan dari berbagai bahan termasuk buah.

Tiap daerah ada saja terkenal buahnya. Misalnya Durian Medan, Salak Bali, Jambak (Payakumbuh), Apel Malang dan sebagainya.

Nah, bila ke Sumatera Barat, di wilayah manapun pasti ditemui beragam penganan, makanan dan minuman lezat. Aroma dan rasanya yang khas takkan terlupakan.

Aneka kuliner itu terbuat dari aneka bahan seperti buah, sayur dan berbagai daging (hewan halal) yang tersaji menjadi makanan dan minuman utama, pelengkap dan cemilan.

Satu persatu yang saya tau dengan sebutannya di daerah saya seperti gambar dibawah:

Martabak Kubang
Martabak Kubang

Oleh-oleh

Wajid

1461137_741826159179264_1190920961_n
Sanjai Bolado

Makanan khas Minangkabau
Kue Bolu dan Angko 8
Istimewa

Rendang


Sangat berkesan dan serasa kembali ke masa kecil. Aroma…rasa…tempat dan segala yang berkaitan dengannya menjadi sebuah tulisan apa adanya ini.

Di meja makan terhidang aneka masakan khas Minang pada salah satu Rumah Makan yang disinggahi saat bepergian. Piring kecil berisi potongan daging dengan bumbu yang menggoda, itulah pilihan saya yaitu “Rendang”

Momen seperti ini berulang dan setiap kemanapun saya ingat yaitu Rumah Makan baik itu bangunan tua atau mewah dengan susunan piring bertingkat dan pelayannya yang memegang bon dengan pulpen.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tambah cerita, naik pesawat Mandala Airlines dari Bandara Tabing di Padang waktu kecil dulu (’76-an) menunya “Rendang.”

Rendang di kampung saya bisa tahan sampai 1 tahun dengan ditaroh dalam batok kelapa. Proses memasaknya pakai tungku dan kuali besar dengan kayu bakar dari tebu tua dan serabut serta pelepah kelapa. Katanya biar tambah harum, awet dan enak.

 

Istimewa

Macet

Dari Karawang ke Cawang 5 jam.


Macet di jalanan saat ini di kota besar bisa disebut sudah hal yang lumrah dan rutin. Pagi, siang, malam, hampir tak ada jeda. Sudah diluar kewajaran.

Jalan macet
Suasana macet di jalan tol Cikampek/Dawuan

Suatu waktu…masa’ dari Karawang ke Cawang yang berjarak 40-an km. ditempuh 5 jam? Hadeeuhh…Habis bahan bakar banyak!¬†

Akibat macet, hal-hal seperti di bawah ini pun terjadi:

  1. Absensi dan batal rencana
  2. Masalah kesehatan diantaranya tentang pembuangan/konstipasi (BAB/urine), takut keramaian, mag, kelelahan dan emosi.
  3. Polusi udara dan pemborosan bahan bakar
  4. Kerusakan kendaraan karena bersenggolan selain kopling dan rem cepat habis dan sebagainya. 

Bagaimana solusinya?

Saya merasakan tidak ada solusi selain pindah ke daerah baru atau pulang kampung dan membangun negeri sendiri karena populasi dan solusi saling berpacu yang membuat macet ūüėÄ

Istimewa

Jalan Pagi-Pagi

Pintu Rezeki


Jalan pagi-pagi manfaatnya:

  • Badan segar sehabis mandi dan Shalat Subuh.
  • Udara segar dan bersih masih banyak oksigen untuk tubuh.
  • Suhu rendah mengurangi penguapan bahan bakar kendaraan.
  • Sinar ultra violet matahari pagi mengandung manfaat untuk tubuh.
  • Jalanan belum macet.
  • Leluasa untuk bersiap-siap dan merencanakan apa yang diinginkan atau jadwal kerja.
  • Jaringan komunikasi dan perbankan masih lancar.
  • Yang jelas, menurut keyakinan, “Pintu Rezeki Terbuka Lebar”
Contoh para Penerbang. Ayo jalan pagi-pagi!
Penerbang jalan pagi-pagi

Contoh para Penerbang. Ayo jalan pagi-pagi!

Istimewa

Persiapan Perjalanan

Perlu diperhatikan agar tidak menanggung akibat yang fatal.


Persiapan sebelum melakukan perjalanan sangatlah perlu diperhatikan agar tidak merepotkan atau bisa saja menanggung akibat yang fatal.

Dalam keseharian kita misalnya dalam perjalanan berkendara terutama mobil perlu benar-benar diperhatikan hal berikut:

BBM

Mencukupi. Resikonya bila kurang seperti: Mogok di jalan. Bisa keluar biaya bantuan mendorong mobil, mencari bensin dengan memanfaatkan ojek atau biaya derek yang cukup mahal.

E-tol

E-tol mencukupi. Bila kurang, orang di belakang marah, bila minjam kartu petugas, di charge, minjam dari mobil di belakang pun susah yang kadang tidak mau atau saldonya juga pas-pasan. Karena e-tol juga bisa buat bayar parkir, bila kurang juga merepotkan cari ATM untuk top-up. Bila top-up via internet banking via hp, bila eror atau rekening juga minim, berabe. Akhirnya biaya parkir nambah.

Satu akun

Pilihlah akun bank yang tersedia banyak layanan penting untuk kelancaran transportasi. Misalnya bisa isi etol, pulsa dan bayar ini itu satu kartu.

Tempat berhenti

Pilih tempat pemberhentian yang ada fasilitas ATM, isi ulang segala, sarana umum seperti Mushala, toilet dan parkir yang leluasa.

Perlengkapan 

Seperti payung, lap kanebo, charger, pulpen, uang receh buat parkir selain kelengkapan utama/surat-surat, ban serep dan lainnya pada kendaraan. Naaa…bagi yang suka ngopi, jangan lupa bawa ūüėÄ

Semoga tips ini berguna.

Istimewa

Jalan2 Berpahala

Shalat di Masjid saat dalam perjalanan.


Jalan2 berpahala. Kok begitu? Ya…jalan2 bisa saja menjadi pahala bila yang kita kunjungi bermanfaat buat semua terutama diri sendiri.

Hakekatnya, jalan2 adalah kesenangan. Dilakukan saat bosan di rumah, ingin tau tempat lain, mencari sesuatu, bertugas bahkan merupakan kewajiban yaitu melakukan perjalanan Haji bila mampu. Bila dimaknai dan dicermati, jalan2 bisa mendapat balasan “pahala.”

Diantara kebaikan yang didapat saat jalan2 adalah:

    • Terhibur hati, sehingga memungkinkan hilangnya emosi dan hati yang resah, cemas dan lainnya.
    • Menunaikan tugas seperti tugas kerja (traveling on duty) sehingga hutang kewajiban dalam pekerjaan terbayarkan.¬†
    • Mengetahui suasana sosial dan alam/daerah lain yang memungkinkan Anda punya penilaian dan perbandingan dengan tempat Anda sendiri.
    • Mendapat pengetahuan yang sangat banyak ditemui di mana saja.
    • Bertemu dengan orang lain yang bila Anda berinteraksi itu adalah Silaturahmi.
    • Mendatangkan rezeki bagi orang lain yang Anda kunjungi dan membutuhkan berupa bayaran dari Anda saat naik kendaraan, tidur di penginapan/hotel, makan-minum/ngopi di restoran dan lainnya.
    • Tabungan akhirat saat Anda Shalat, isi kotak amal di Masjid yang ada dimana saja Anda singgahi.
    • Ibadah yang tertunaikan terutama Haji dan Umrah.

Bagaimana menurut Anda?

Istimewa

Kelok 9 dan Pangkalan


Kelok 9 dan Pangkalan sering saya lalui. Tiap minggu bolak-balik ke Pasar Pangkalan waktu kerja di Tanjungpati-Payakumbuh tahun 2009 lalu.

Sebelum Kelok 9 ada daerah Lubuak Bangku, tempat persiapan para orang berkendara. Sebelah atasnya Kelok 9¬†ada Patung Kuda yang disebut “Panorama Selat Malaka.” Ada juga “Restoran Natrabu” tapi sudah tutup dan “Warung Bandreks” yang masih buka serasa di Puncak-Cipanas.

Kalau siang, banyak monyet liar minta makan di tebing desa Ulu Aia. Daerah yang mirip Sangeh-Bali atau Kelok 44-Maninjau yang dekat dari Tugu Globe di Kotoalam. Tapi kalau malam, jaman dulu sering lewat Harimau.

Monyet
Monyet di Ulu Aia

 

Di Tugu Globe, desa Koto Alam ini masih jadi tempat beristirahat dan Shalat orang yang lewat. Air dari pancuran dipinggir Mushalla disini jernih dan bersih.  

Selain itu, Pangkalan daerahnya banyak tebing dan sungai. Bila hujan besar dan lama, sering longsor dan sungainya sering meluap sampai menggenangi perkampungan. Termasuk Masjid Raya Pangkalan ini.

Masjid Raya Pangkalan
Masjid Raya Pangkalan

Jaman dulu banyak rumah makan yang lengkap dengan tempat mandi, Shalat, cuci mobil bahkan tempat nginap. Contohnya RM. Rangkiang. Tidak jauh dari Masjid di gambar, terdapat SPBU kuno yang memompa bensinnya dikayuh oleh petugas memakai sepeda ontel. Persiapan dan pemeliharaan bahan bakar di jalur ini sampai saat ini bagus, jarang terputus karena merupakan jalan lintas. SPBU disini bagus-bagus.

SPBU di Pangkalan
SPBU di Pangkalan

Dekat ini pula ada jalan menuju Candi Muara Takus, sebuah situs candi Buddha yang terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau.

Gambar diatas ini adalah salah satu rumah makan dengan cara dan tempat memasak yang masih tradisional membuat selera makan serasa di kampung sendiri, nikmat dan gurih. Bau asap kayu di tungkunya terkenang rumah nenek di Kampung. Terletak di desa Lubuak Jantan, daerah tepi sungai, tebing dan hutan belantara. Beberapa makanan dan camilan khas ada disini.

Ada lagi yang menarik. Dekat dari Pangkalan. Yaitu “Lubang Kolom.” Sejak danau PLTA Koto Panjang dibuat, terowongan atau “Lubang Kolom” yang dulu tempat lewat kendaraan kini telah tidak berfungsi lagi. Daerah ini di perbatasan Pangkalan dengan Rantau Berangin.

Itulah ceritanya kawasan ini yang saat ini masyarakatnya membutuhkan uluran tangan kita akibat bencana Longsor Kelok 9 atau Longsor Pangkalan awal tahun 2017 lalu.

Istimewa

Pulau Sepa Resort

Ayo buruan daftar. Daripada liburan bermacet ria ke tempat lain, lebih asyik ke Pulau Sepa Resort.


Izin share he he he

Ayo buruan daftar

Daripada liburan bermacet ria ke tempat lain

lebih asyik ke Pulau Sepa Resort

Monggo hubungi langsung

HP / WA. 08561465377 / 087780558037.
Istimewa

Travel Bag

Travel Bag atau koper tempat segala barang keperluan bepergian.


Travel Bag

Anda pasti pernah tau merek-merek travel bag atau tas dan koper (Bit bahasa saya) tempat segala barang keperluan bepergian. Identik saat bepergian, di ruang tunggu dan di kantor, travel bag atau tas kantor selalu ada pada pekerja misalnya pekerja penerbangan atau Air Crew.

Isilah travel bag bila bepergian seminim mungkin menghindari kelebihan timbangan bagasi di bandara contohnya. Juga agar tidak repot di jalan. Yang wajib ada sesuai keperluan terutama pria adalah:

  • Beberapa pasang pakaian termasuk pakaian dalam.
  • Sapu tangan.
  • Obat dan vitamin.
  • Perlengkapan mandi termasuk sandal kecuali menginap di hotel yang menyediakan. Biasanya tetap bawa untuk yang backpacker.
  • Potong kuku, cukuran dan foam, sisir, parfum dan minyak rambut.
  • Pulpen dan memo.
  • Senter kecil.
  • Korek api dan rokok (tidak disarankan)
  • Kamera atau saat ini ada di hp.
  • Bacaan atau bisa di hp.

Biasanya beberapa barang dianggap berbahaya dan kena scan. Tapi tak selalu. Tas selalu dikunci pakai nomor atau gembok mini.

Tren zaman dulu, tahun ’70-an, orang-orang pada pakai koper kotak-kotak. Tahun ’90-an pake tas pinggang, ransel backpacker dan tas kantor ukuran sedang serta tempat jas yang bisa diisi barang-barang kecil seperti majalah, memo, alat tulis dan makanan kecil.

Papa saya paling suka dan punya beberapa koper atau Travel Bag yang masih tersimpan saat ini. Diantaranya:

  • Samsonite
  • Echolac
  • President
  • Bonanza
  • Elizabeth
  • Executive
  • Lacoste

dan lainnya….

Bila rusak atau lupa kode kuncinya diservis di Toko Laba-Laba dekat Sawah Besar, Jakarta. Dan juga di beberapa tempat di kota lain.

Saya pernah punya merek:

  • Traveltime
  • Export
  • Polo
  • Executive

dan…sudah lupa, barangkali ada yang tau merek lain boleh share di travel bag.

Istimewa

Bus

Bus bagus-bagus dan patut dibanggakan.


Tulisan ini saya tulis saat naik bus PO. Primajasa dari Bandung ke Cililitan yang terjebak macet di tol.

Ini yang pernah jadi sedikit pembicaraan tentang maksud dan profesional memotret. Bagi fotografer khususnya pecinta bus atau “busmania” mesti membidik objek bus sedemikian rupa dengan kamera canggih. Saya juga ingin seperti itu agar dapat hasil maksimal untuk bahan tulisan dan kontes (mungkin) dalam komunitasnya. Tapi saya amatir, cukup begini saja foto-foto bus yang saya dapat.

 

 

Istimewa

Masjid

Masjid ada di mana-mana


Masjid dimana saja ada. Bagus, mewah dan bersih. Boleh dikata di Jakarta dan beberapa tempat yang sempat saya temukan Masjid, rata-rata bagus.

Dug dug dug…Shalat dulu dan habis itu jeprat-jepret.¬†Ini foto-fotonya:

Istimewa

Traveling on Duty

Traveling on Duty atau bepergian bertugas


Traveling on Duty¬†atau “bepergian bertugas” merupakan suatu yang asyik. Gimana tidak, sambil mengerjakan sesuatu sempat jalan-jalan. Sesuatu itu bisa saja dalam acara khusus dari kantor, sekolah dan lain-lain yang intinya sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui ūüėÄ

Selama 10 tahun saya kebagian gratis terus jalan-jalan dalam bertugas walau tidak selalu. Terutama waktu bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta dulu, dengan tugas mengadakan presentasi di berbagai tempat. Saya naik pesawat, kereta api, bus kapal laut dan Taksi.

Kadang saya menggunakan mobil dan nyetir sendiri atau gantian dengan teman. Tak kenal siang dan malam, hujan dan banjir seperti di Perdagangan, Limapuluh, Sumatera Utara tahun 2001 lalu. 

Kegiatan rutin saya presentasi di meeting room/ballroom hoteldimana acara selalu malam, beres-beres sampai pukul 23:00 dan siap ke acara selanjutnya di kota yang beda besok atau lusanya. Bila itu kota kunjungan pertama, pantang dilewatkan ngelayaf ke objek terkenalnya dan berfoto ria. Kalaulah jaman itu sudah ada hp kamera mungkin apa aja saya foto. Kala itu Fuji Film lumayan mahal. Belum nyuci dan nyetak. Sampai sekarang masih banyak klise belum tercetak. Udah gak ada tukang cetaknya. 

Kesempatan jalan-jalan sambil kerja ada kebanggaan tersendiri. Berkenalan dengan orang selalu ditanya dari mana dan tidur di hotel apa. Syukur dan bangga juga bilang nginap di hotel bintang. Padahal komplimen ūüėÄ

Traveling
Putri Duyung Ancol

Lalu traveling on duty membuat kita sedikit disanjung. Bukan ingin disanjung. Terlihat di layanan hotel atau lainnya seperti pesawat, kereta api dan kapal laut yang kadang diistimewakan karena sering dan kelas eksekutif dijatahkan oleh kantor. Kecuali pesawat. Tapi bila acara dimenej sendiri diluar kantor, tidur di losmen, naik bus dan nyetir sendiri juga mau dan tak soal. 

Hal lain, bila pergi ke kota lain untuk mengikuti pameran, kita berkenalan dengan banyak orang. 

Sulit dan jarang lho bekerja sering ke luar kota itu. Namun bila Anda mengalami tentu harus bijak mengelola budgetnya. Mudah-mudahan tidak sekali-kali ridem bill bodong. Tujuan lkantor kan untuk kenyamanan staf. Bila diperlukan bintang 5, silahkan tapi selagi bisa irit dan tidak menyiksa diri sendiri misal tidur di mobil di SPBU, yaa ulah atuh!

Pertama kali ke luar kota, sendiri yaitu dari Bandung ke Cilacap dan terakhir 2001 ke Medan. Daari tahun 2011 mulai lagi tapi sudah risih kalau foto-foto. Soalnya udah pernah dan lagian udah tua. 46 lho.

10 tahun lebih saya traveling on duty. Banyak kisah suka dan duka saya. Seorang yang merantau datang ke negeri orang walaupun di Indonesia saja tapi cukup bangga.

Tinggal kenangan…Banyak teman di berbagai kota. Sudah lama tak jumpa ada rasa rindu bertemu mereka. Malah ada di Jl. Teluk Air No. 1, Tanjungbalai Karimun, sepasang keluarga Bapak (“E”) sangat rindu pada saya dan ingin mengangkat saya sebagai anak karena anak laki-laki semata wayangnya sudah almarhum dan sangat mirip dengan saya. ¬†Tahun 1999 lalu, ceritanya…saat saya presentasi di hotel Dynasti kalau tak salah, di pinggir pelabuhan, beliau menatap saya terus dan lama. Lalu setelah acara, beliau nelpon saya juga lama sampai saya kesal dan tanya maksudnya apa. Waktu saya ngirim barang ke rumahnya, mereka menyodorkan foto anaknya bersama uang. Saya kaget. Saya paham maksudnya apalagi mereka cerita. Miris juga. Tapi bagaimanalah, saya saat itu harus kembali ke Jakarta dan sampai kini kehilangan kontak. Apalagi saya sekarang sudah punya istri dan anak. Tak mungkin rasanya. Kasian bapak sama ibu itu… ūüė¶

Bila kepikir, kenapa ya masa-masa saya wara-wiri gak ke luar negeri? Singapur aja baru lewat doang di depan kapal pesiar Star Queen yang parkir di laut Batam bila ke Tanjungbalai Karimun. Tar saya mau ke Singapur ah ūüėÄ

 

 

Istimewa

Naik Pesawat

Saya suka yang namanya “pesawat”


Sejak kecil saya sudah mulai naik pesawat bahkan sejak bayi. Pertama kali naik Seulawah Air dari Pekanbaru ke Padang. Lalu Mandala Airlines Padang-Jambi. 

Mandala Airlines

Didasari sering naik pesawat dan melihat profesi beberapa keluarga yang bekerja di penerbangan, saya terobsesi waktu dulu dengan melamar jadi pramugara, mengumpulkan merchandise, foto, majalah (Angkasa), masuk simulator dan sebagainya.

Era ’70-an naik pesawat masih menjadi suatu kebanggaan karena zaman itu gaya hidup, perbandingan nilai uang dengan daya beli berbeda dengan sekarang. Sekarang daya beli meningkat karena kebutuhan bukan sebagai tambahan.

Pesawat zaman dulu digunakan jarak jauh pergi liburan, tugas atau sekolah. Alternatifnya bisa menggunakan kapal laut dan bus tapi naik pesawat tetap jadi nomor satu walaupun saat itu sudah ada bus eksekutif menyerupai interior dengan pesawat bahkan lebih. Nyaman dan aman. Sebut saja bus Lorena di era ’90-an, Safari, Rajawali, NPM, ANS, dan banyak lagi.

Saya suka punya pengalaman dan bisa bercerita tentang naik pesawat. Usia 8 bulan saya sudah naik pesawat Seulawah Air dari bandara Simpangtiga-Pekanbaru ke Bandara Tabing-Padang. Lalu usia 2 tahun sebaliknya, masih dengan Seulawah jenis Elektra. Seterusnya waktu pekansi tahun ’76 dan ’82 ke Bandung. Di kampung ada tersimpan foto-fotonya.

Ada hal-hal lucu saya alami dan suka dukanya seperti “Mengejar Merpati di Halim” karena ketiduran pada tahun ’96 lalu.

Awal tahun 2015 lalu putri saya pingin naik pesawat. Memang belum pernah. Saya bawa ke Pekanbaru naik Batik Air dan pulangnya Citilink. Dia sangat senang, apalagi ada arena bermain di bandara.

12dd214e7009f752ff4cfbf1baa2f40b1 (14)11042114_1016986121663265_492178440_n

11008986_1016986361663241_1414656508_n

Makanan di pesawat
Makanan di pesawat

 

Kembali masa itu, Saya mulai malu-malu kalau berfoto. Tapi sesekali saya nekat juga karena belum begitu dibilang norak saat itu, tidak seperti sekarang. Hanya di dalam negeri. Belum seperti traveler lain yang sering ke luar negeri.

 

Itulah foto-foto norak dan malu-maluin saya naik dan tentang pesawat ūüėÄ

 

Istimewa

Delay


Delay jadi dilema angkutan umum terutama penerbangan di bandara seluruh dunia. Saya sering juga mengalami.

Dari beberapa maskapai yang dianggap buruk, ada sisi positifnya yang banyak orang tidak tau. Ada maskapai yang siap 25 menit lebih awal untuk take-off dari waktu yang dijadwalkan. Waktu itu saya dari Pekanbaru ke Jakarta.

Dengan adanya kejadian delay ini mencuatlah berita yang cenderung memojokkan sebelah pihak.  

Setelah sering dan lama diperhatikan, ternyata banyak penyebab dari delay itu.

  • Cuaca buruk di bandara tujuan
  • Kru terlambat datang karena macet menuju bandara
  • Pesawat mengalami gangguan
  • Situasi politik
  • Perobahan manajemen penerbangan

Itu yang saya tau dari beberapa orang/keluarga yang bertugas di penerbangan.

 

Istimewa

Foto Amatir

Hanya pakai hp Lenovo A6000 Series


Amatir tapi bagus. Banyak orang bilang saya pakai efek ini itu untuk foto keponakan saya ini. Padahal tidak sengaja dan sayapun mengetahui setelah beberapa lama setelah memotret. Saya juga kaget kok begini? Hanya pakai hp Lenovo A6000 Series saat saya bersama keluarga jalan-jalan ke Lapangan Gasibu-Bandung sambil menunggu anak-anak main, iseng saya foto.

Foto amatir

Namanya juga amatir. Tidak tau trik yang sebenarnya. Asal keliatan bagus, udah. Dijepret sana sini seperti saya. 

 

 

Istimewa

Wego

Jalan-Jalan ke Hongkong? Tipsnya dijawab lengkap oleh Teteh Gladies Bandung dengan Kang Awan.


Wego Tempatnya Cari tiket pesawat dan hotel di seluruh dunia

Wego adalah salah satu mesin pencarian wisata paling lengkap di dunia. Wego memuat perbandingan data real-time dari jasa penerbangan, tarif hotel, serta ketersediaan tempat milik ratusan situs perjalanan wisata terkemuka yang dikemas dalam satu tampilan layar yang simpel.

Planning ke Hong Kong atau nyari info liburan di Hong Kong sangatlah tepat di acara Wego Hangout @wegoindonesia & Hong Kong Tourism Board dengan narsum @dapurgladies dan @travelawan tanggal 9 Juni 2017 lalu di Cafe D.LAB By SMDV-@dlabbysmdv Jl. Riau No. 1, Menteng-Jakarta 10350.

Tiket Wego
Tiket Wego Workshop 

Acara ini seru. Bagi-bagi hadiah, tanya jawab dan perkenalan. Tanya jawab tentu seputar bagaimana jika berjalan-jalan ke Hongkong beserta tipnya yang dijawab lengkap oleh Teteh Gladies Bandung dengan Kang Awan.

Acara Wego
Kang Awan

Acara Wego
Wego Workshop bersama @travelawan dan @gladiesbandung

Ada juga promosi paket wisata yang tidak ditemui di tempat lain diantaranya promo Hongkong yang spesial yaitu pilihan akomodasi bintang 5 harga murah bila mendaftar di acara tersebut.

Dalam acara seru ini ada makan malam dan coffee break ala Hongkong dan Halal.

 

Istimewa

Jalan2

Jalan2 (kami sebut “pekansi”)


Jalan2 sangat berkesan saat kecil dulu dan sampai kini masih teringat suasana dan kronologinya.¬†Kali ini jalan2 ke Bandung. Betapa senangnya hati saya dan adik-adik. Saat itu 1976 pertengahan tahun atau liburan sekolah…

Hari ini punya baju baru, sepatu baru, besok pagi naik pesawat jalan2 (kami sebut “pekansi”) ke Jawa (istilah ‘ke Jakarta atau Bandung’)

Subuh, habis sahur di rumah saya Jl. Utama-Meranti Pandak-Rumbai, uni (kakak perempuan) dan amak atau ibu (saya panggil Amak dan Papa) sibuk mengurus koper besar kotak-kotak. Papa sibuk pula mengurus mobilnya bersama tetangga kami “Pak Jangguk” yang akan mengantar kami ke pelabuhan (bandara). Tak lama kami berangkat dan dalam suasana masih gelap, beberapa tetangga melepas kepergian kami.

Dengan lagu “Dancing Queen” dari tape mobil, saya terhibur sekali dan tak terasa kami sampai di bandara, hari sudah mulai terang. Kami langsung check-in lalu ditimbang di timbangan barang. Selesai¬†itu Pak Jangguk pulang dengan mobil kami dan kami masuk ruang tunggu.

Saat boarding kami berjalan kaki menuju pesawat. Masih di tangga pesawat sudah terasa AC pesawat Mandala Airlines dengan aroma parfumnya yang khas.

Sebelum take-off, Pelayan (Pramugari) membagikan permen “Trebors” kepada penumpang untuk obat agar telinga tidak bengung. Setelah di udara dan posisi pesawat rata, pelayan membagikan nasi kotak, kue dan minuman. Masakan di pesawat jaman dulu, pihak penerbangan sangat peduli dengan “daerah” dimana bila naik dari Padang misalnya, masakannya Rendang.

Tisu Basah

Kali ini dari Pekanbaru masakannya nasi goreng, kerupuk udang, minumannya kopi, oren jus, kuenya lemper, bolu dan buahnya apel dengan jeruk. Tak lupa selembar/sachet tisu basah Colognette. Penuh satu meja lipat pesawat.

Karena saat itu bulan puasa, banyak yang puasa, akhirnya kami yang anak-anak saja yang makan. Kira-kira seperti gambar makanan di Garuda dan Batik Air ini:

Makanan di pesawat Garuda

DELA (46)
Makanan di pesawat Batik Air

Sambil duduk di jok oren yang empuk, sepanjang perjalanan saya terhibur melihat pemandangan daratan, gunung (Gunung Kerinci dan Gunung Dempo-Pagar Alam sepertinya), Selat Sunda serta awan bergumpal dari jendela oval pesawat yang lebar. Saya sempat duduk di balkon bagian ekor pesawat. Disitu ada meja bundar dan kaca dekat lantai sehingga leluasa melihat ke daratan. Kalau tak salah jenis pesawatnya Vicker Viscount apa Hawker Siddelley yang terbangnya tidak terlalu tinggi.

Sekitar 2 jam lebih di udara, kami mendarat di Bandara Kemayoran. Om kembaran Amak/Ibu saya telah menunggu. Beliau bekerja di Kemayoran pada PT. INA/Kontraktor Cleaning Service pesawat. Beliaulah yang membantu barang bawaan kami sebagian. 

Wow…Kemayoran banyak pesawat luar negeri. Saya melihat pesawat Aeroflot, PanAm, JAL dan banyak lagi. Pesawat domestiknya Bayu Air, Bali Air, Bouraq, Merpati, Seulawah dan lainnya.

Saat ini Bandara Kemayoran sangat menyedihkan. Tidak terawat Dan hampir semua sudah jadi perkantoran.

Tahun 1998 sebelum “Kerusuhan Mei,” saya berkantor disini di lantai 2 JITC. Seakan ada kaitan dimana zaman dulu saya kesini dan kesini lagi setelah dewasa. Saya sering melewati 2 pesawat tua, SPBU, terminal dan sekeliling Kemayoran.

Joni Delaroza di Kemayoran
Kemayoran

Setelah mengambil bagasi, porter dan om saya memasukkan barang ke Taksi. Taksinya jenis sedan kecil model lama. Buka pintunya ke depan dan agak kecil. Kami menuju Hotel Redion di Jl. Kran Raya, tak jauh di seberang bandara. Sebelumnya, taksi isi bensin dulu di SPBU seperti foto ini.

SPBU Kemayoran kini

Hotel Redion saat itu berkelas melati tapi cukup bagus. Saat itu yang saya ingat, di lobinya ada mini store, butik yang ada menjual sepatu model “o” tumitnya yang dipajang di etalase. Lalu juga ada restorannya yang dijadikan tempat breakfast. Selain itu juga ada salon seingat saya. Hotel ini pernah berganti nama jadi Hotel Diaz sekitar tahun ’90-an. Sekarang sudah sangat menyedihkan kondisi hotel itu seperti di gambar ini.

Hotel Redion kini

Hotel Redion
Hotel Redion kini

Dua hari kami jalan-jalan di Jakarta dengan taksi. Diantaranya Taksi Bluebird ke Taman Mini, Taman Ria Monas, Sarinah Plaza dan Jakarta Fair sambil papa, amak dan uni buka puasa disana.

img_20160331_222431-e1496372314898
TMII

Di Taman Ria Monas kami naik kereta api mini warnanya biru, beli kerak telor, gulali dan kacang bogor. Kami jalanjkeliling sampai dekat jam kuno dan patung kuda.

Monas
Jam kuno di Monas

Saat itu ngetop atau sedang populer camilan atau minuman misalnya  coklat Van Houten, es krim, salah satunya Walls.

Jajanan di tempat hiburan
Es krim Walls

Dekat dari situ ada air mancur menari di Monas. Kami ke Sarinah naik taksi dan parkirnya di puncak gedung. Indah sekali pemandangan kota Jakarta dari atas.

IMG_20170918_160803_715
Toko aksesoris

Di Sarinah kami beli oleh-oleh Dodol Picnic, abon cap “Ratu,” kerupuk udang dan amak saya beli tas sandang kulit, kami anak-anak beli kalung dari biji buah-buahan. Papa tak mau kalah, beliau beli parfum merek Tabac.

Hari ke-3 kami di rumah famili buka puasa bersama di Pulo Asem dekat Rawamangun. Dari situ ke Cililitan lewat Senen, Monas dan Semanggi. Semanggi saya bilang jalan angka 8 ūüėÄ

Perjalanan asyik. Naik taksi buka kaca jendela liak-liuk liat Tugu dan gedung tinggi, culun aja gak ada yang ngetawain. Dari Cililitan kami ke Hotel Nirwana di Kampung Melayu.

Hotel Nirwana Kampung Melayu

Waktu itu Terminal Kampung Melayu yang dekat dari hotel, banyak oplet dan bus 3/4 berhenti mengisi penumpang. Bahkan becak dan delman juga ada saya lihat. Dan bila dari lantai atas hotel, Monas kelihatan. Di malam hari, banyak sekali para penjual makanan seperti baso, soto, kerak telor, kacang rebus dan kerupuk di depan hotel yang menawarkan dari jauh. Mereka tidak diperkenankan masuk kecuali diantar dengan memesan lewat petugas hotel. Selain itu, saat itu juga banyak turis. Kami sempat juga berfoto.

Papa beli mobil Fiat 1000 di kawasan Jatinegara. Dengan mobil itu kami ke Bandung lewat Jl. Raya Bogor dan di Tajur-Bogor kami mampir lagi di rumah famili. Selanjutnya terus ke Puncak. Berfoto di kebun teh, minum es alpukat di RM. Simpang Raya, kebetulan saya tidak puasa.

Joni Delaroza berfoto di Puncak
Mega Mendung Puncak

Di jalan Nanggeleng Cirahayu (Jl. Raya Cianjur-Ciranjang) amak beli pisang, tauco “Cap Meong” yang kala itu terkenal dari pedagang asongan, sedangkan saya dengan adik makan bakso, minum es dawet ayu serta cendol. Jalan ini dulu sama seperti jalan dari Yogya ke Solo yang banyak pohon besar.

Joni Delaroza di Cianjur
Beli pisang di Cianjur 1976

Jembatan Ciranjang kini
Jembatan Ciranjang

Terus lagi dan foto lagi. Di jembatan Ciranjang dan terakhir di Ciburuy dengan danau yang bersih airnya dan di depannya bukit kapur, pabrik Tjiwi Kimia dan mobil truk ¬†‘Toyota buaya” berjejer membawa batu.

Sudah malam sekitar jam 7, kami baru sampai di Bandung. Kami menginap di Komplek AURI Sikumbang-Husein Sastranegara, rumah paman saya pas 2 hari sebelum Lebaran.

Disinilah saya pertama kali melihat filem “Mickey Mouse” yang bersih. Beda dengan TV saya di Pekanbaru. Juga acara “Manasuka Siaran Niaga” dari TV paman.

TV hitam putih

Kami Shalat Ied dan berlebaran di Bandung. Di Masjid Komplek Sikumbang. Di komplek yang dekat lapangan golf dan bandara ini, saya main-main ke LAPIP atau Nurtanio dan ke famili di Jl. Kresna, seberang Bandara Husen.

Jalan Kresna

Kemudian ke Kolam Renang Karang Setra, Kebun Binatang dan Alun-Alun. Saat itu es krim Walls sedang tren, kami beli dari pedagang yang ada hampir Setiap sudut Alun-Alun. Oo ya, kami juga naik Bemo.

1622571_797875133574366_721919615_o
Bemo

Hampir seminggu kami di Bandung. Kami kembali ke Jakarta dan menginap di Hotel Nirwana lagi. Sambil jalan2 lagi di Jakarta, kami membeli tiket pesawat di Travel Pasopati, Jl.Hayam Wuruk, dekat Olimo-Mangga Besar. Saya ingat, waktu itu tiket pesawat hanya 35 ribuan Pekanbaru-Jakarta. Di tiket berwarna oren dan tebal ada stiker buat isi nama penumpang. Saya isi semua dan saya tempel di koper.

Mobil kami ditinggal di Jakarta dan kami terbang ke Pekanbaru naik Garuda. Lebih cepat kali ini dibanding waktu pergi.

Pelabuhan Simpang Tiga

DC-9 Garuda Indonesian Airways dengan suara gemuruhnya mendarat mulus di bandara Simpangtiga-Pekanbaru. Adik perempuan saya nangis menanyakan “om” nya yang sewaktu akan berangkat menggendongnya sampai kedalam pesawat. Selama penerbangan dia ketiduran dan dibilangnya om masih ada.

Pak Jangguk sudah menunggu. Kami naik mobil dan makan soto dulu diluar bandara yaitu di Marpoyan dan baru pulang ke rumah.

Seminggu setelah itu papa kembali ke Jakarta mengambil mobil dan mengedarainya ke Pekanbaru.

Itulah kisah saya waktu kecil Jalan2.

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Istimewa

Merchandise

Untuk apa dikumpulkan?


Mengumpulkan merchandise saya rasa termasuk hobi. Sudah lama hobi ini juga ada pada saya. Namun sempat terhenti dan koleksi lama saya sudah hilang tak tau kemana.

Dulu saya paling suka mengumpulkan merchandise yang memang dibolehkan untuk diambil. Misalnya alat tulis sehabis acara meeting di hotel, gift saat menghadiri pesta, hadiah saat belanja sesuatu dan lain sebagainya misalnya beli di tempat wisata seperti kaos taman hiburan dan lainnya.

Untuk apa dikumpulkan? Yaa…sebagai kebanggaan saja saya rasa dan merasa pernah mengalami itu…ke… dan sebagainya. He…he…he…kadang sandal hotel juga banyak, tapi keterlaluan dan bikin malu ah! :D. Di sisi lain, merchandise juga sebagai oleh-oleh, kelengkapan suatu “Penghargaan” atau simbolis yang biasanya berbentuk asli tapi kecil ukurannya.

Kalau sebagai penghargaan, kebetulan di tempat kerja saya banyak miniatur pesawat yang dikatakan merchandise karena didapat dari kompetisi penjualan dunia travel yang rata-rata berjumlah besar dan tidak semua travel mendapatkannya. Saat ini ada merchandise yang masih saya punya didapat tidak begitu saya buru. Hanya kebetulan saja.

Save

Istimewa

Jendela Wisata

Jendela wisata Indonesia salah satunya adalah Provinsi Sumatera Barat.


Jendela Wisata Indonesia, Provinsi Sumatera Barat termasuk salah satunya. Tak terhitung jumlah objek wisatanya yang sudah dikenal dan bahkan masih banyak yang baru, tidak terjamah serta terabaikan.

Mengunjungi Sumatera Barat banyak sarana. Dengan pesawat, kapal laut dan bus. Sedangkan disana bila bepergian dari kota ke kota ada travel bus besar dan kecil serta kereta api. Untuk hotel juga banyak. dan mudah dicari secara online.

Novotel Bukittinggi
Hotel Novotel Bukittinggi

Tahun ’96 lalu saya bersama teman bertugas ke beberapa tempat di Sumatera Barat diantaranya Bukittinggi. Kota Wisata yang menyenangkan. Di sela waktu luang kami keliling kota naik Bendi.

Juni 2013 saat saya pulang kampung, saya foto Tugu Globe ini dimana kawasan ini sejak tahun ’60-an adalah tempat Shalat, mandi dan cuci mobil dari air pancuran yang jernih oleh para pengendara.

1012774_738746862820527_1643157958_n
Tugu Globe di Kotoalam

Tak jauh dari Tugu Globe ada Monyet liar tapi jinak di desa Ulu Aia. Kawasan ini mirip Kelok 44-Maninjau dan Sangeh-Bali.

Bila di tempat lain ingin merasakan suasana Sumatera Barat bisa mampir di beberapa tempat berupa restoran, hotel dan tempat-tempat makanan/makanan khas Sumatera Barat seperti di Senen, Jakarta dan Banceuy, Bandung serta TMII, Anjungan Sumatera Barat.

20170628_143901-1
Anjungan Sumbar TMII-TMII 2018

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ayo datang ke Sumatera Barat!

 

Save

Save

Save

Save

Save

Istimewa

Ngopi

Subuh-subuh para bapak-bapak sudah duduk di kedai kopi


Bicara soal ngopi, saya punya ceritanya tapi tidak sebagus yang lain. Tak lebih ini adalah pengalaman yang pernah saya alami dan lihat waktu kecil.

Di kampung saya, subuh-subuh para bapak-bapak sudah duduk di kedai kopi (Lopou) nyeruput kopi ama goreng pisang batu (Kepok) berteman daun onow (Daun Aren) sebagai rokok berisi Tembakau Guntuang (Tembakau desa Guntung di Payakumbuh). Kedai kopi bangunan bambu atau kayu‚Ķnuansa kampung kental banget‚Ķharum nikmat… Itu zaman saya kecil dulu yang tetap teringat. Namun disamping itu ada juga yang gemar meminum “Teh Tolua”

Rokok tradisional
Kopi dan Rokok Daun Onou

Saat itu disamping hampir setiap rumah orang menjemur kopi yang masih ada kulitnya dan bijinya saja. Mereka menjualnya setiap hari pasar yaitu Senin, Kamis dan Sabtu di kampung, Minggu di kotanya (Payakumbuh)

Tahun ’80-an, kopi adalah bisnisnya orang di kampung saya. Ada yang diekspor, diolah sendiri dan menjual langsung di tokonya seperti Kopi Serbuk Sari di Dangung-Dangung.

Aktifitas ngopi terlihat di mana-mana. Di warung, hotel, mal, cafe yang hampir setiap daerah ada. Di cafe tentu harganya lumayan. Bagi ‚Äúpengopi sejati‚ÄĚ ini tak masalah. Rasa, suasana dan sensasi yang dicari. Bukan sekadar menghabiskan waktu buat mejeng atau mungkin main hp dan laptop ngebalas status sosmednya. Syukur-syukur ilhamnya berlama-lama disitu nulis tentang “kopi.”

Kopi

Ngopi
Pameran kopi

“Tester kopi” dibayar mahal demi cita rasa dari brand/merek perusahaan kopi. Begitupun promosinya seperti pameran dan perlengkapannya. Tak segan-segan jutaan rupiah keluar.

Saya mulai ngopi sejak tamat SMA. Tak lama sehabis itu saya pernah menetap di daerah yang sehari-harinya orang disana duduk ngopi di kedai kopi dengan kopinya yang kental dan keras yaitu di Kepulauan Riau, tepatnya di Tanjungpinang. Sama kondisinya di Batam dan Tanjungbalai Karimun. Tiga kali sehari ngopi adalah wajib ūüėÄ

Ada satu hal ¬†yang jadi kurang sreg lagi buat saya saat ini. Dulu, tahun ’90-an,¬† naik pesawat masih bisa pilih seat jendela dan merokok. Saya sering naik Sempati Air. Kopi Nescafe nya disajikan bersama kue dan buah atau nasi goreng. Saat itu pelayanan di penerbangan itu cukup enak, kopi aja bisa nambah 2-3 kali. Kita ngerokok sambil ngopi, orang sebelah tidak terganggu. Ada exhaus di seat masing-masing. Nikmat banget sambil melihat pemandangan di jendela pesawat.

Saat ini bila ngopi di bandara, hanya boleh di lounge saja dan bebas rokok. Asem dah mulut ūüėÄ

Kopi Bali

Kopi Bali
Kopi Bali

Begitupun kopi sering dijadikan oleh-oleh bila ke Lampung, Aceh, Medan, Tanjungpinang dan daerah lainnya yang dijuluki kopinya.

Kopi memang unik dan sering jadi bahasan. Bisa jadi sesuatu yang berharga misal oleh penulis dan pecinta kopi. Hanya melihat tempat ngopi saja orang bisa mampir dan ketagihan. Banyak contoh. Bila ke Pantura atau berjalan jauh dan sampai tengah malam, paling enak sambil nyetir dan ngopi di jalan.

1001 cerita. Waktu menunggu penerbangan yang ternyata besok harinya karena kesalahan beli, saya menunggu malam di cafe lantai 2 Bandara Samratulangi, Manado tahun 2012 lalu. Saya minum Kopi bernama “Kawangkoan.”¬†

Jalan-jalan ke Ciwalk bersama keluarga, mereka pada asyik main dan belanja, saya asyik ngopi di Warung Modern di pelataran Ciwalk ini. Lalu dan lalu, lihat aja di foto ūüėÄ

Warung Kopi di Ciwalk
Ngopi di Ciwalk

Save

Save

Save

Save

Selamat menikmati kopi.

 

 

Istimewa

Bali

Bali memang indah. Saya ingin kesana lagi.


Sudah beberapa kali saya ke Bali. Pertama kali dari Solo tahun 1993 naik bus Muncul di Palur dekat Bengawan Solo dan selanjutnya pulang pergi dari Jakarta dan Bandung dalam rangka kerja atau “Traveling on Duty.”¬†

Bus PO. Muncul
Bus Muncul

Di Bali cukup mengasyikkan. Berbagai tempat penting, apalagi buat diceritakan banyak terkunjungi. Namun rasanya tidak tepat diceritakan semua bila tidak ada fotonya. Sayang sekali, buat diblog-in jadi terasa hambar. Memang saat itu saya punya kamera, tapi jarang digunakan. Maklum film saat itu cukup mahal. 

Selama di Bali saya pernah menetap di Bypass, di Sidakarya dan di Gilimanuk. Satu-persatu punya kenangan tersendiri. Waktu di Bypass, saya tinggal di ruko sekaligus tempat kantor cabang saya bekerja. Yang paling berkesan, disini saya tiap hari makan “donat kentang” buatan tuan rumah. lalu saya sering ke sawah dan pantai arah Tabanan serta dekat ke Tanah Lot lewat jalan kampung. Kemudian, di bypass ini juga dekat ke toko yang menjual “kacang Bali,” dan Terminal Ubung. Selama menetap di Bypass saya juga sering ke Monang-Maning dimana di daerah ini banyak orang Minangkabau. Saya ketemu dengan beberapa teman sekampung.¬†

Joni Delaroza di Sanur
Jalan kaki di Sanur

Di Sidakarya, saya tinggal di Jl. Dewata I. Rumah sekaligus kantor juga, selama setahun kurang saya disini. Rumah saya di tepi sawah yang saat itu masih ada. Dekat ke pantai Sanur dan ke Universitas Udayana. Sehari-hari disini saya sering jalan-jalan ke pantai Sanur kawasan Tamblingan. Kebetulan disana ada teman saya yaitu Bapak Made (Les…ri Homestay) salah seorang direksi Bank Aken.

Lalu di Gilimanuk. Saya tinggal di Lingkungan Arum 2 di rumahnya Bapak Suwandi bekas Kapolsek Melaya-Bali. Disini saya sehari-hari melihat teman saya membuat kerajinan manik-manik berbentuk tas. Selain itu main ke pelabuhan melihat mobil turun dari kapal feri dan mencari kerang sepanjang pantainya. Di pelabuhan ini saya banyak ketemu sopir bis dan truk dari Sumatera. Salut juga akan kegigihan dan semangat sopir itu, dari Sumatera ada yang ke Bima NTB bawa truk dan Bis. Saat itu bis ANS jurusan Jakarta-Bima masih ada.

Secara keseluruhan selama di Bali, saya sudah ke Singaraja, Grokgak, Menjangan, Karangasem, Benoa, Pecatu dan hampir semua. 

Berteman dengan orang Bali asli yang beragama Hindu dan Islam seperti di Karangasem. Hidup di Bali memang saling menjaga. Saya pernah ke sebuah desa yang masih kuat adatnya dekat dari Ubud dimana disana (maaf) mandi di air terjun dan sungai kecil, perempuan dan laki-laki campur “mandi bu…il” tanpa risih. Saya juga ikutan dan untung saya biasa saja ūüėÄ

Berkesan sekali. Bali memang indah. Saya ingin kesana lagi.

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Istimewa

Bandung

Kota Kuliner, Fashion, artis dan Pelajar. Begitulah sebutan untuk kota Bandung.


Kota kuliner, fashion, artis dan pelajar. Begitulah sebutan untuk kota Bandung,  tempat saya merantau dan menetap dari bulan Juni 1990 hingga bulan Juni 2011. Selama itu saya berpindah-pindah karena tugas, namun pulangnya ke Bandung tiap bulan.

Di Bandung saya tinggal dengan kakak yang serasa sudah sebagai orang tua sendiri. Sementara orang tua dan adik-adik juga sering datang. Selama 26 tahun di Bandung, saya bisa berbahasa Sunda dari tahun pertama.

Pintu Tol Padalarang

Bercerita tentang Bandung, sangat banyak yang teringat. Bila naik mobil, keluar di tol Pasteur bisa langsung ke arah kiri. Disini banyak Factory Outlet dengan barang-barang berkualitas terutama di Jl. Dago / Jl. Ir. H. Djuanda.

Bandung
Jl. Dago / Jl. Ir. H. Djuanda.

Dari Dago, dekat ke Ciumbeleuit dan Punclut. Main ke daerah Punclut bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau angkot jurusan Ciumbeleuit-Kebon Kelapa dengan ongkos 3 ribu saja.

Di Punclut, depan RS. AURI, pagi-pagi ada “pasar kaget” yang menjual sayur-mayur, buah-buahan dan keperluan rumah tangga lainnya disamping ada makanan khas Sunda misalnya “Ulen” Sementara itu anak-anak terhibur dengan Kelinci yang dijual oleh pedagang sekitar 25 ribu perekor. Bisa langsung dibawa pulang karena sudah jinak.

Kelinci bersama anak-anak
Kelinci dijual di Punclut

Bila malam hari jalan-jalan ke kawasan Alun-Alun sambil menikmati indahnya Kota Bandung.

Alun-Alun banyak kuliner, bank, hotel dan toko. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki, kendaraan pribadi, angkot (hampir semua jurusan) atau naik becak.

Terus lagi ke kawasan jalan Braga yang banyak cafe dan live music, toko dan penjual aksesoris di pelataran toko. Suasana khas Bandung disini terasa dimana jalannya dihiasi hiasan kuno dan berjejer kursi antik untuk bersantai.

Jl. Asia Afrika. Disini banyak bangunan bersejarah diantaranya Gedung Merdeka dan di sekitarnya banyak hotel.

Tak jauh dari Jl. Braga ada daerah Cikapundung. Terkenal dengan pusat elektronik dan kuliner. Yang paling saya suka adalah Sate Padang, Lomang Tapai, Martabak Kubang, Bubur Ayam dan lain-lain.

Lalu ada Masjid etnis Tionghoa di Banceuy dan arah ke Timur ada Masjid Karim Oey seperti di jalan Lautze, Jakarta.

Ke arah utara Bandung, selain Dago, bisa juga ke Cihampelas, pusatnya toko pakaian terutama “Jeans.” Tahun 70-an terkenal juga dengan kolam renangnya “Pemandian Tjihampelas” persis di bawahnya RS. Advent. Cihampelas saat ini lebih dikenal dengan adanya Cihampelas Walk nya (Ciwalk) tempat kuliner, hotel dan belanja. Aneka model gaya outlet disini. Banyak toko atau outlet bernuansa jadul. Foto ini, sebuah outlet laksans “warung indomie”¬† Paling asyik buat ngopi.

Ke arah timur atas di kaki Gunung Manglayang ada sebuah tempat bernama “Kampung Wisata Gumbira.” Jalannya menanjak, harus hati-hati menyetir kendaraan. Disini tidak ada angkot. Hanya ojeg.

Di sekitar ini ada lagi daerah bernama Caringin Tilu, sebuah puncak bukit pinus yang bertengger sebuah bintang berukuran besar. Bukan bintang asli tapi terbuat dari aluminium. Bila mendarat dengan pesawat di Bandung atau pada siang hari bintang ini berkilau kena cahaya matahari.

Menuju Caringin Tilu, masuk dari jalan¬† menuju “Saung Ujo” terus ke atas. Tempat ini sering digunakan untuk Lari Hash (seperti di Pancurbatu/Sumut)

Bandung
Cartil

Kembali ke kota Di sekitar Pasar Kosambi ada Jl. Gandapura, Jalan Riau dan lainnya yang banyak tempat kuliner diantaranya RM. Dapoer Penyet, Toko Kue Primarasa, Pepes Ikan Mas Tulang Lunak di Jl. Mangga dan masih banyak lagi.

Daerah Gedung Sate, ada Gedung Manggala Siliwangi yang sering diadakan pameran. Banyak pendatang dari luar Bandung bahkan luar negeri .

Save

SaveBerlanjut ke arah Tangkuban Perahu. Paling asyik kesini. Pemandangan kawah dan bukit terjal serta banyak pedagang asesoris. Sebelum ke Tangkuban Perahu ada pula arena outbond, restoran dan cottage. Grafika Cikole, Gracia Hotel dan lainnya. 

Untuk di dalam kota bisa naik Bus Wisata Bandung.

 

Istimewa

Solo

Dalang Ki Anom Suroto atau dibelakangnya toko Batik Danar Hadi.


Solo atau Surakarta, tahun 1993 sampai 1994 saya menetap disini, di Jl. Golek No. 1, persis di depan rumah “Dalang Ki Anom Suroto” atau dibelakangnya toko Batik Danar Hadi.¬†Saya dalam rangka tugas kantor melakukan presentasi di Hotel Sahid Prince, Hotel Dana dan Hotel Tjakra. Tempat yang dekat dari stasiun kereta api Solo Balapan, terminal bis Tirtonadi dan bandara Adisumarmo.

Batik Danar Hadi
Etalase Batik Danar Hadi

Pasar Klewer Solo
Klewer

Selama di Solo, sehari-hari saya sering makan Pecel Lele terutama di Taman Sriwedari yang tidak jauh dan tinggal naik becak dari rumah. atau pun jalan kaki juga asyik sambil melihat pemandangan atau suasana jalan Slamet Riyadi yang bersih dan ditanami kembang dipinggirnya.

Becak Solo
Becak kota Solo

Solo adalah kota yang nyaman, aman dan lengkap. Transportasi disini ada angkot, Bus DAMRI bertingkat jurusan Kartosuro-Palur, kereta api, melintasi Jl. Slamet Riyadi ke Sukoharjo, becak dan ojeg. Kemudian travel antar kota seperti Rama Sakti dan SAA (Saya Antar Anda).Diantaranya, Bus PO. Muncul yang sering saya naiki dari dekat Bengawan Solo/Palur bila ke Surabaya.

Solo
Beteng-Solo

Disini bila jam 2 siang semua toko tutup dan buka lagi sekitar jam 4 sore kecuali Plaza. Begitupun Pasar Klewer tempat utamanya penjual Batik. Harganya murah sehingga banyak orang belanja untuk dijual lagi. Bahkan orang dari Sumatera Barat atau Minangkabau pun banyak kesini dan punya toko disini.

Ingat betul saya suka makan Nasi Bandeng di prapatan Beteng Plaza tengah malam. Saya tidak takut karena rame sampai pagi. Maklum, pulang dugem dari banyak diskotik seperti Legend dekat Baron, di Pasar Gede atau ada juga di dekat terminal bus. Orang-orang pada makan. Bukan makan disitu saja. Banyak tempat lain.Dari tempat tinggal saya sering naik becak saja walaupun malam hari.

Saya sering keliling. Ke Bekonang, Sukoharjo, Sragen, Tawangmangu, Wonogiri, Purwantoro, Mbaki, Pedan, Ceper, Delanggu dan lainnya bahkan sampai Purwokerto dan Jawa Timur ūüėÄ

RM. Pringsewu – Purwokerto

Picture 188.jpg
Di Yogyakarta/Prambanan

Dari Solo saya paling sering keliling ke Yogyakarta dan Semarang naik mobil kantor atau travel SAA, Ramasakti dan lainnya. Bila naik bus, yaitu bus AKAS. Terakhir ini yang jadi pilihan orang yaitu KA. Prambanan Express. Waktu saya naik, baru saja diresmikan yaitu bulan Nopember 2010 dari Solo ke Yogya. Tarifnya 11 ribu saja.

Kereta Api Prambanan Express
Kereta api di Stasiun Tugu-Yogyakarta

Save

Save

Sedangkan, bila saya dari Jakarta, saya naik bus, pesawat dan kereta api. Tapi saya paling sering naik kereta dan tiket kereta pun ada yang jual dekat tempat tinggal saya di Jl. Kartini-Jakarta Pusat. Sehingga urusan tiket kereta jadi mudah dan saya sering pesan kereta kuset bisa tidur sampai Solo.

Istimewa

Oleh-Oleh

Budaya hubungan sosial


Oleh-oleh adalah budaya sosial di masyarakat manapun. Jenis, ukuran dan harganya bervariasi. Ada yang kecil, sedang dan besar. Murah, sedang dan mahal berupa benda, makanan dan minuman. Biasanya dibeli di tempat-tempat persinggahan seperti stasiun, terminal, bandara dan lainnya.

Oleh-oleh
Toko oleh-oleh

Memberi oleh-oleh sebagai tanda suka dan senang hati kepada orang adalah bentuk keindahan ikatan persahabatan, bisnis dan kekeluargaan. Sering kita mendapat oleh-oleh saat kepulangan seseorang dari luar negeri.

Mobilitas
Oleh-oleh dari Houston

Saya pernah diberi jam tangan walaupun tidak mahal dan mungkin murah, tapi bisa senang, puas dan berkesan.

Bila ke Bandung, bisa bawakan penganan atau cemilan peuyeum, molen Kartika Sari, Brownis Ananda, Ma’icih dan sebagainya. Bila ke Aceh, ada kopi, ke Padang, “Sanjai.” Pokoknya tiap daerah pasti ada yang khas. Ke Medan ada Bika Ambon.

Oleh-Oleh
Bika Ambon Zulaiha-Medan

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Istimewa

Pempek Palembang

Palembang kota yang benar-benar kentara dengan Pempek. Soalnya sepanjang jalan saya melihat yang menjualnya.


Palembang kota yang benar-benar kentara dengan Pempek. Soalnya sepanjang jalan saya melihat yang menjualnya. Tahun 1996, ada satu jalan dekat dari Ramayana, entah jalan apa saya lupa, semuanya jual Pempek.

Pempek Beringin 

Pempek
Pempek Beringin

Tahun 2013 lalu dalam urusan kerja ke Palembang, tak jauh dari Hotel Sandjaya yang bisa dicapai naik becak, ada restoran Pempek bernama “Beringin.”

Palembang
Hotel Sandjaya Palembang

Belanja atau makan disini langsung juga bisa dan disini menyediakan pengiriman langsung ke berbagai penjuru di Indonesia dan mancanegara bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia.

Save

Save

Ulasan Palembang:

Jembatan Ampera Membelah Sungai Musi

Kalau menyebut nama Palembang, pasti deh yang diingat itu pempek sebagai makanan khas yang membuat siapapun ingin datang ke Palembang cuma buat nyicip kuliner lezat ini. Padahal Palembang merupakan tempat yang seru sebagai destinasi traveling, menghabiskan weekend bersama teman-teman dan keluarga bisa jadi salah satu opsi kegiatan yang bisa dilakukan di sini.

Palembang, Ibu Kota Sumatera Selatan, terkenal dengan Sungai Musi yang memiliki panjang sekitar 750 meter. Sungai ini membelah Kota Palembang menjadi dua area, yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Ikon kota Palembang paling terkenal yaitu Jembatan Ampera, nampak megah dan gagah dengan warna merah yang menjadi penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Jika teman-teman berencana untuk berwisata ke Kota Palembang, jangan lupa untuk melihat secara langsung Sungai Musi dan Jembatan Ampera yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Palembang.

Palembang sebagai destinasi wisata yang sedang hits dan mulai harum namanya, tidak hanya menawarkan wisata sungai saja, melainkan banyak hal yang bisa diberikan seperti wisata kuliner, wisata religi, wisata sejarah dan wisata belanja.

Wisatawan yang datang ke Kota Palembang sangat beragam, tidak hanya perorangan saja melainkan juga bersama keluarga. Tidak usah merasa mati gaya bagi wisatawan yang datang bersama keluarga, Palembang memiliki banyak hal untuk wisata bersama keluarga terutama bagi ‚Äúpahmud dan mahmud‚ÄĚ (papah muda dan mamah muda) yang membawa anak-anak.

Ada 5 tempat yang bisa dikunjungi bersama anak-anak dengan budgetdan suasana yang ramah bagi anak-anak. Beberapa tempat wisata di bawah ini sering Pink kunjungi bersama keluarga besar termasuk keponakan-keponakan Pink yang lucu karena lokasinya di dekat rumah.

1. Kambang Iwak Family Park

Kambang Iwak Family Parkdahulunya adalah tempat rekreasi warga Belanda yang tinggal di area sekitar taman ini. Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, penduduk Belanda pun angkat kaki dari wilayah ini. Meskipun begitu, Kambang Iwak Family Park masih dilestarikan oleh pihak pemerintah setempat sebagai salah satu tempat rekreasi.

(sumber : Indonesia-tourismm.blogspot.com)

Di tempat ini, kita bisa berjalan-jalan mengelilingi kambang (kolam), duduk santai memandangi keindahan kolam, berolahraga seperti jogging, melihat komunitas skate boardberatraksi di sore hari atau wisata kuliner di sore hari.

Setiap sore di sekitar Kambang Iwak Family Park banyak penjual jajanan kaki lima yang berjualan dengan banyak sekali variasi makanan yang enak dan kekinian. Anak-anak pasti senang bisa jajan sambil duduk di tepi kolam di Kambang Iwak Family Park.

Hari Minggu pagi adalah waktu terbaik bagi keluarga untuk mengunjungi Kambang Iwak Park karena tempat ini menjadi area Car Free Day (CFD) dimana banyak keluarga datang ke sini untuk berolahraga. Kita bisa senam pagi atau jogging bersama mengelilingi  Kambang Iwak. Banyak hiburan dan permainan yang bisa anak-anak lakukan di sini seperti bermain dengan beberapa wahana anak-anak yang disediakan di taman, mancing bola, atau bermain dan berfoto bersama badut-badut lucu.

Kalau anak-anak merasa lapar, tidak usah khawatir, banyak sekali makanan yang dijajakan di Kambang Iwak Family Park seperti bubur ayam, martabak, pempek, nasi uduk dan masih banyak lagi. Sebelum pulang, bapak dan ibu bisa membelikan mainan untuk anak-anak karena banyak sekali mainan yang dijual di sini.

2. Taman Wisata Alam Puntikayu

Jika teman-teman ingin bersantai di hutan wisata di Palembang bersama dengan keluarga, silakan datangi Taman Wisata Alam Puntikayu. Taman Wisata Alam (TWA) Puntikayu terletak di Jalan Kolonel H. Burlian kilometer 6,5, Palembang, Sumatera Selatan.

Sumber : pergiberwisata.com

Di TWA Puntikayu, kita bisa menikmati indahnya hutan pinus yang menghijau dan menyegarkan. Selain itu, anak-anak akan terhibur dengan adanya fasilitas arena hiburan anak yang sangat menarik, seperti arena permainan flying fox, waterpark, dan beragam hiburan anak lainnya.

3. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Nah, jika kita ingin mengajak keluarga ke objek wisata sejarah, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II layak untuk dikunjungi. Di museum ini, terdapat beragam peninggalan sejarah yang berkaitan dengan Kota Palembang.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terletak di tepian Sungai Musi, tepatnya di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin, 19 ilir, Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan atau lebih mudah ditemukan jika lokasinya disebut di dekat Plaza Benteng Kuto Besak (BKB). Beragam koleksi bersejarah seperti koleksi patung Buddha kuno dan foto prasasti Kedukan Bukit dapat Anda temukan di museum ini.

Berkunjung ke museum merupakan wisata edukasi yang baik kepada anak-anak agar mereka mencintai sejarah dan budaya bangsanya dengan mengenalkan peninggalan sejarah dan kisah dibaliknya sejak mereka masih kecil.

4. OPI Water Fun

Pengen seru-seruan main air bareng dengan keluarga dan anak-anak, tenang saja Palembang punya objek wisata main air yang pastinya seru yaitu OPI Water Fun. Setiap hari tempat main air ini ramai dikunjungi karena menawarkan pengalaman main air yang seru dan lokasi yang dekat dengan pusat kota.

Di sini, anak-anak bisa menikmati kesegaran air di beragam arena permainan air, seperti luncuran air, sungai buatan, kolam renang khusus anak, dan menara luncuran setinggi 12.5 meter untuk dewasa. Jika Anda berminat untuk menyambangi objek wisata tirta ini, jangan lupa untuk menyiapkan kondisi tubuh yang sehat ya.

OPI Water Fun akan menjadi destinasi yang tepat untuk mengisi liburan keluarga dan anak-anak di Palembang. OPI Water Fun terletak di Jalan G.A. Bastari Kompleks OPI Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

(sumber : opiwaterfun)

5. Masjid Cheng Ho

Bagi keluarga yang ingin menikmati wisata religi,  cobalah untuk datang ke Masjid Cheng Ho. Masjid yang terletak di Jakabaring ini merupakan masjid yang menggabungkan nuansa budaya Palembang, Arab, dan Cina. Nama masjid ini diambil dari nama salah satu penyebar agama Islam di Palembang, yaitu Laksamana Cheng Ho.

Masjid Cheng Ho Palembang

Nah, itulah 5 objek wisata ramah anak di Palembang. Duh jadi pengen punya anak, yhaaa…buru-buru Pink cari calon  pak suami, apalagi sebentar lagi lebaran, bakal banyak yang nanya kapan nikah? dan setelah lebaran adalah musim kawin dimana undangan kawinan mulai berdatangan huahahaha.

Berwisata ke Palembang tak akan lengkap jika teman-teman tidak bermalam di kota ini. Jangan khawatir, telah hadir beragam hotel murah di Palembang, salah satunya adalah Airy Rooms.

Jaringan hotel terbesar di Indonesia ini bisa dipesan melalui aplikasi ponsel dan bisa dibayar melalui kartu kredit, transfer dari rekening tabungan Anda, atau bayar di Indomaret terdekat. Selain itu, hotel murah ini memiliki banyak fasilitas menarik, seperti kamar yang nyaman dengan Air Conditioner, televisi layar datar, WiFi, dan perlengkapan mandi.

Tunggu apalagi, segera cuss jalan-jalan ke Palembang.

Happy Travelling ūüôā

Istimewa

Kamera Zaman Dulu

Di dalam koper merek Samsonite


Gambar dibawah ini adalah kamera zaman dulu yang saat ini disimpan saja karena sudah tidak bisa dipakai. Kamera ini punya almarhum papa saya. 

Kamera zaman dulu
Kamera zaman dulu

Hobi memotret juga ada pada saya tapi sebatas biasa saja dan itupun hanya pakai kamera hp. Praktis dan hasilnya cukup bagus. Beda dengan hobi papa saya. Dulu beliau punya kamera lengkap. Bisa cuci cetak sendiri. Saat ini masih tersimpan. Hanya saja filmnya sudah tidak ada yang jual. Ukurannya pun beda dengan film seperti Fuji, Agfa dan lainnya yang berukuran sekitar 3X3 cm. Ini lebih besar.

Hasil fotonya sudah sangat banyak. Dari saya lahir hingga SMP masih pernah “dikeker” kamera itu.

Sayang…induk semangnya sudah tiada. Tinggal hasil karyanya saja dan kini kamera itu berdiam diri dengan sarung kulitnya didalam koper “Samsonite.”

Save

Save

Istimewa

Sulawesi

Waktu akan mendarat, saya melihat banyak sapi


Dalam suatu urusan kerja, Sulawesi Utara dengan berbagai tempat pun terjejaki. Tujuan utama saya adalah kota Lolak di Molosing-Bolaang Mongondow. Berangkat dengan Lion Air tujuan Gorontalo, di Makassar saya transit dan berkesempatan foto-foto dulu.

Di Bandara Sultan Hasanuddin
Di Bandara Sultan Hasanuddin

Tak lama kami pun terbang lagi menuju Gorontalo. Pemandangan laut warna-warni dan tebing serta terumbu karang sangat indah membuat perjalanan mengasyikkan.

Waktu akan mendarat, saya melihat banyak sapi dekat sekali ke landasan bandara. Ternyata memang bandara ini berada di perkampungan dengan rumput makanan sapi di sekitarnya. Memang bandaranya belum bagus. Diluar, parkiran pun kecil dan ada sebuah kantin. Begitu keluar bandara banyak pohon kelapa, rumput sapi dan sawah. Sayang kami tak mampir ke kota tapi langsung lewat lingkar luar kota dengan taksi ke Lolak. 

Joni Delaroza
Di Bandara Sultan Djalaluddin-Gorontalo

Suasana berbeda dengan kota lain. Disini jalannya mulus, sepi, berkelok dan menanjak di tebing pantai. Hampir 100% orang sini memakai minibus seperti Avanza dijadikan taksi atau angkot tanpa dirobah bentuknya. Jadi seperti mobil pribadi. Bus Antar Kotanya juga bagus. Eksekutif. Trayeknya Palu-Manado. Kalau tidak salah namanya bus Continental.

Disini banyak Bentor atau Becak Motor. Anda tau harganya? Melebihi harga mobil seken. Hampir 30 juta. Ya, pantas saja. Modifikasi sound system dan body nya yang mahal. Menyerupai mobil dan suara musiknya Ibarat “diskotik berjalan” dengan lagu masa kini.¬†

Di Kota Kotamobagu
Di Kota Kotamobagu

Hampir sebulan saya menetap di Lolak. Saya sudah bolak-balik ke Manado, Kotamobagu dan Minahasa.

Sewaktu akan pulang ke Jakarta, tiket saya keliru. Pesawat saya besok paginya. Saya terpaksa bermalam di bandara karena tanggung sudah sore dan ngirit biaya hotel ūüėÄ

Saya jalan-jalan di sekitar bandara. Ke lapangan golf-Pal Dua, dimana disini ada Pusat Gereja Advent dan Pangkalan Marinir.

Malamnya saya nongkrong sampai pagi di kantin bandara lantai 2 bandara sambil cerita dengan orang. Saya minum kopi bernama “Kawangkoan”. Nikmat sekali. Setelah pagi saya mandi dan sarapan, lalu terbang selama 3 jam 20 menit menuju Jakarta tanpa transit. Pegal juga.

Joni Delaroza di Bandara Sam Ratulangi Manado
Lantai 2 Bandara Sam Ratulangi-Manado

Pagi pukul 09:00 saya kembali ke Jakarta dengan waktu tempuh 3 jam 20 menit.